Copyrights @ setrikauapindonesiaSetrika Uap Indonesia

URL Foto 1" /> URL Foto 2" /> URL Foto 3" /> URL Foto 4" />

Memulai Bisnis Laundry

Bagaimana memulai bisnis laundry? Mulai dari modalnya, perincian biaya untuk membeli alat dan fasilitas yang harus dipenuhi, hingga perkiraan pengeluaran per bulan dalam bisnis laundry dan keuntungannya. Selain itu, jika ingin ber-partner apa saja kriteria partner bisnis yang baik dan dapat dipercaya? Jika kita tak sanggup membeli alat atau fasilitas berat seperti mesin cucinya, apakah bisa menyewanya?

Di Indonesia ada beberapa jenis usaha yang masih termasuk ke dalam kategori bisnis laundry alias cuci-mencuci baju. Bisnis laundry dari jenis yang paling sederhana dikenal dengan cuci-setrika. Bisnis ini biasanya menjamur di daerah yang banyak terdapat kos-kosan atau rumah kontrakan, dimana penyewa kos atau kontrakan tak sempat atau tak bisa melakukan cuci dan setrika baju sendiri. Biasanya ini dikerjakan oleh pembantu atau penjaga kos-kosan itu.

Sementara bentuk laundry yang canggih di Indonesia dari dulu dikenal dengan istilah binatu. Dalam bahasa modern saat ini lebih dikenal dengan istilah laundry dry clean, dimana untuk laundry pakaian dicuci menggunakan mesin cuci. Sedangkan untuk dry clean pakaian dibersihkan dengan cairan kimia khusus yang bisa membersihkan dan merontokkan kotoran di pakaian tanpa dicuci secara biasa. Usaha jenis ini yang dulu hanya dilakukan secara rumahan atau terdapat di hotel-hotel mewah untuk fasilitas tamunya, lalu mulai menjamur di tahun 1990-an, sejak dimulainya sistem franchise (waralaba) bisnis ini dari luar negeri.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir juga menjamur bisnis sejenis yang menggunakan waralaba lokal dan sistem agency yang bisa memberikan layanan dengan harga lebih terjangkau. Layanan, yang tadinya hanya diperuntukkan bagi masyarakat kelas atas, kini bisa dinikmati masyarakat kelas menengah ke bawah.

Tak berhenti sampai di situ, kombinasi antara layanan murah dengan layanan cuci-setrika tadi berkembang lebih kreatif lagi dengan munculnya laundry kiloan. Yaitu laundry biasa, tapi dengan harga yang dibayarkan berdasarkan hitungan kilogram (bukan per potong pakaian).

Nah, bila Anda menginginkan bisnis laundry untuk kelas menengah yang bisa terjangkau seluruh lapisan, mari kita lihat persiapan apa saja yang harus dilakukan.

Pertama, modal untuk investasi yang dibutuhkan untuk lokasi penjualan (outlet tempat menerima pelanggan atau cucian), lokasi mencuci, dan peralatan berupa mesin-mesin yang dibutuhkan, serta instalasi air, listrik, dan buangan air kotor.

Lokasi tempat menerima cucian dan tempat mencuci bisa dilakukan di tempat yang sama atau terpisah, mengingat dibutuhkan instalasi air yang memerlukan ruang dan biaya yang juga besar.

Ada pun mesin yang dibutuhkan adalah: cash register (mesin hitung uang), mesin cuci baju kapasitas besar/ industri, mesin pengering baju kapasitas besar, mesin setrika press besar, dan setrika tangan. Ini minimum standar mesin yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini. Jika jumlah cucian belum terlalu banyak, mesin press (setrika otomatis) bisa digantikan seterika tangan yang harganya jauh lebih murah.

Mesin cash register digunakan di lokasi penerima cucian untuk mencatat dan menerima transaksi keuangan. Mesin cuci digunakan untuk mencuci pakaian yang bisa dicuci dengan mesin biasa, sedangkan pakaian yang tak bisa dicuci dengan mesin cuci biasa harus dicuci secara terpisah.

Kendati Indonesia negara tropis dengan matahari yang terus bersinar, kita tak bisa mengandalkan matahari untuk mengeringkan cucian. Selain itu, diperlukan ruang jemuran yang amat besar untuk mengeringkan pakaian. Bila musim hujan tiba, akan sulit untuk mengeringkan pakaian. Maka, dibutuhkan mesin pengering cucian.

Mesin setrika (press) otomatis juga diperlukan, tapi untuk mendapatkan press-line atau garis setrika yang jelas dan tegas biasanya tukang cuci lebih menyukai setrika tangan yang berat, karena memberikan hasil yang jauh lebih maksimal, meski membutuhkan tenaga pekerja lebih banyak.Sedangkan untuk biaya operasional sehari-hari komponennya: biaya sewa tempat deterjen dan pelunak cucian, air, bahan kimia untuk dry-clean, dan SDM (pekerja). Untuk lokasi bisa di rumah sendiri, terutama lokasi untuk tempat mencuci. Sedangkan air, bisa pakai air tanah, tapi usahakan disaring lebih dulu karena air tanah yang kotor bisa merusak pakaian.

Di beberapa laundry modern, biasanya menggunakan mesin penyaring air sebelum digunakan atau mesin daur ulang air. Beberapa laundry modern yang lebih mewah dan mahal bisa menggunakan air minum mineral untuk mencuci pakaian pelanggan. Dibutuhkan 1 orang pekerja di tempat penerima cucian, 2 orang pekerja di tempat pencucian, 1 orang untuk mencuci, dan 1 orang lagi untuk setrika pakaian.

Modal terbesar yang harus dipersiapkan adalah untuk pembelian mesin-mesin dan sewa tempat. Adapun harga mesin relatif ke jenis mesin yang ingin dibeli. Mesin cuci punya spesifikasi, tergantung dari jumlah kilogram yang ingin dicuci apakah 10 kg, 20 kg, 30 kg, dan seterusnya, begitu juga dengan mesin pengering. Untuk mesin-mesin kelas industri keluaran Jerman memiliki kualitas terbaik, tapi harganya jauh lebih mahal dibandingkan mesin keluaran Jepang.

Untuk memulai usaha jenis rumahan, Anda bisa memakai mesin rumahan, tetapi daya tampung cucinya kurang besar. Sehingga bila permintaan cucian meningkat Anda harus menggunakan beberapa mesin cuci. Berbisnis laundry mengandalkan kuantitas yang besar, karena keuntungan per potong dari sisi nominal tak terlalu besar.

Maka, pemasaran atau jumlah cucian akan amat menentukan kapan investasi Anda kembali modal serta keuntungan yang ingin diraih. Jika usaha ini ingin dilakukan dengan skala menengah memang dibutuhkan modal yang cukup besar, antara ratusan juta sampai satu miliar rupiah.

Ber-partner jadi salah satu alternatif yang bisa dilakukan. Namun, mencari partner pun tak mudah. Harus ada kecocokan dan kesamaan visi dan misi dalam menjalankan usaha bersama. Juga harus ada hitung-hitungan tegas dan jelas dalam modal serta sistem bagi hasil. Jika tak dibuatkan dalam bentuk legal (badan hukum), harus ada perjanjian bersama yang mengikat.

Banyak sekali seluk beluk soal bisnis ini yang bisa Anda ketahui jika ingin memulainya di level menengah. Untuk informasi lebih lanjut, ada asosiasi atau perkumpulan dari pengusaha laundry (khususnya laundry menengah dan besar), dimana Anda bisa bertanya lebih spesifik dan mendetail seputar usaha ini. Salam usaha!

Sumber : kompas.com

Baca juga :

Langkah Usaha Laundry

LATAR BELAKANG PEMILIHAN USAHA LAUNDRY KILOAN
  • Memanfaatkan gaya hidup malas mencuci.
  • Perubahan gaya hidup dan tuntutan kesibukan, banyak mahasiswa, karyawan, dan ibu rumah tangga, yang tidak memiliki waktu untuk mencuci pakaian mereka, dan menyerahkannya pada usaha laundry kiloan.
  • Kondisi cuaca saat ini yang mengakibatkan pakaian sering lebih mudah menjadi kotor, bahkan dimusim penghujan, dengan mencuci manual pasti akan sulit menjadi kering, oleh karenanya banyak yang menyerahkan pakaian kotor mereka ke laundry-laundry
  • Trend mencuci di laundry sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

Setrika Uap Untuk Pengusaha Gorden


Azka Gorden adalah salah satu dari beberapa konsumen kami yang mempercayakan setrika uap untuk investasi mesin setrika gordennya.

Sebelumnya beliau menggunakan jasa setrika untuk menyetrika gordennya. Tapi dipikir-pikir lagi jasa setrika goden lumayan mengambil keuntungan bersih dari penjulannya. Lalu Pak Budi menghemat biaya operasional dengan menyetrika gordennya sendiri dengan setrika listrik. Pernah kejadian gordennya berlubang karena setrika listriknya terlalu panas. tidak jadi menghemat malah merugi. Alhasil, pak budi membuat gorden yang baru lagi. tak habis akal, pak budi melapisi gordennya sebelum di timpa dengan setrika listrik tak lupa pula sering mengontrol panas dan tidaknya setrika. Hal itu menjadi pekerjaan yang sangat berat,  ribet dan super rempong. Gosokan setrika tidak bisa sekali jika menggunakan setrika listrik harus berkali-kali bolak-balik dan dengan tenaga menekan setrika agar cepat licin.

Akhirnya beliau mencari tau mesin Setrika untuk Gorden. Banyak orang yang beliau tanya tentang mesin tersebut kepada setiap orang yang sepertinya tau tentang mesin setrika gorden menurut pak Budi. Banyak juga yang memberi masukan dan mengusulkan mesin setrika gorden. sebut saja "si A" : Pak Budi ada setrika yang dicari pak budi. kalau mau lihat barangnya. Ayo, bareng saya!! Berangkatlah Pak Budi dengan Si A.
Ternyata tabungnya ketika diangkat sangat berat, tanpa safety valve, tanpa pipa kaca pengukur air, hanya ada corong dan katup selang saja...
Menurut pembuatnya, cara penggunaannya isikan air ke tabung sampai penuh, jika air berlebih baru dikurangi dengan cara memiringkan tabungnya,, lalu kompor dinyalakan lalu 1 jam kemudian katup uap dibuka, jika sudah ada uap. tabung disuruh angkat dan di pindah ke tungku areng. mencegah tekanan uapnya berlebih.
wooooiiii, yang bener aja tabung berat, +sudah terisi air, panas pula,,, masih pindah2. OMG..sudah ga ada safety valve sama presure gauge ini yang nyetrika karyawan ntar kalau meledak yang tanggung jawab nyawa karyawan saya siapa??? 
Pak Budi langsug mundur..

Cari2 info lagi ketemu deh dengan setrika uap semarang.. dengan bahan tabung dalam dan tabung luar stainless steel..
Pengamanan lebih Ok punya..
Pipa kaca pengukur air untuk ngecek air dalam tabung masih apa enggak,,
Presure gauge, buat ngerti tekanan uapnya berapa? masil stabil 30-40psi ga?
atau malah lebih dari 40 psi kan kalau ada safety valvekan tenang dia bisa ngeluarin tekanan uap yang over tadi..
Keamanan yang Ok punya jug menjadi pertimbagan Pak Budi untuk menginvestasikan modalnya untuk membeli Setrika uap kami. dibawah ini pengambilan video ditempat usaha Pak Budi (Azka Gorden).





















Baca Juga